Posted in Uncategorized

God created me for something specific?

Apakah pertanyaan tersebut belum pernah kita dengar sebelumnya?
Apakah pertanyaan tersebut yang muncul di benak kita akhir-akhir ini?
Apakah pertanyaan tersebut terus menghantui kita dan sampai hari ini kita belum menemukan jawabannya?

Engkau menciptakan setiap bagian badanku, dan membentuk aku dalam rahim ibuku. Aku memuji Engkau sebab aku sangat luar biasa! Segala perbuatan-Mu ajaib dan mengagumkan, aku benar-benar menyadarinya. Waktu tulang-tulangku dijadikan, dengan cermat dirangkaikan dalam rahim ibuku, sedang aku tumbuh di sana secara rahasia, aku tidak tersembunyi bagi-Mu. Engkau melihat aku waktu aku masih dalam kandungan; semuanya tercatat di dalam buku-Mu; hari-harinya sudah ditentukan sebelum satu pun mulai. Mazmur 139:13‭-‬16 BIMK
Jawabannya adalah YA, Tuhan menciptakan kita untuk sebuah tujuan dan dengan sebuah tujuan. Semua orang terlahir hebat, terlahir untuk tujuan yang besar, terlahir untuk alasan yang istimewa, yang tidak sama antara satu orang dengan orang lainnya. 

Mungkin kita pernah berpikir bahwa kita tidak pernah meminta dilahirkan di dunia ini, bahkan orangtua kita pun belum tentu merencanakan kehadiran kita, that’s the truth. Tapi kalau kita sampai ada di dunia ini, berarti memang ada yang menentukannya, dan memang Tuhan menentukannya untuk suatu tujuan, tujuan yang besar.

Kita semua diciptakan unik dengan ketertarikan dan talenta yang berbeda, dan memiliki beragam pengalaman hidup. 

Ketika kita bertumbuh dewasa, kita mulai mencari tahu tujuan Tuhan menciptakan kita, tujuan kita ada didunia ini. Kita ada didunia ini untuk bekerja menghasilkan sesuatu. Bekerja itu bukan sekedar mencari uang, atau mencari sesuatu untuk kepentingan diri sendiri, bekerja itu seharusnya untuk memenuhi apa yang menjadi bagian kita, tujuan kita diciptakan di dunia ini.

God says in Jeremiah 29:11,“‘For I know the plans I have for you,” declares the LORD, “plans to prosper you and not to harm you, plans to give you hope and a future.’” 

Bayangkan kalau semua orang dapat menemukan tujuan istimewa tersebut, bayangkan bila semua orang dapat memenuhi panggilan hidupnya, bayangkan bila semua orang bisa mencapai potensi maksimal yang ditentukan bagi dirinya.

Our purpose can change its shape throughout our life stages, but ultimately, to make His Name great.

Purpose goes beyond our occupation – purpose is about furthering God’s Kingdom and about telling as many people as we can the good news of Jesus.

I know that God uses all things to work together for my good and for His glory (Romans 8:28).

Advertisements
Posted in Uncategorized

Choose to stay faithful

The story about Ruth

“So she went out, entered a field and began to glean behind the harvesters.” (Ruth 2:3)

Dalam certia kehidupan Rut dan Ibu Mertuanya Naomi, kita bisa melihat bahwa iman Rut di uji terus menerus. Kita bisa melihat bahwa karakternya terpancar ketika dia memilih untuk setia kepada ibu mertuanya Naomi yang sedang dalam keadaan pahit.

Kita bisa melihat bahwa dia tetap konsisten dan sabar. Dia bisa saja dengan mudah mengambil jalan keluar yang mudah dan pergi meninggalkan Naomi, tetapi dia memilih untuk setia dengan apa yang Tuhan mau dia lakukan.

Dalam salah satu ujian terhadap iman nya tersebut sebelum dia mendapatkan restu dari Naomi, kita bisa melihat bahwa Rut sedang berada di ladangnya Boaz. Dia pergi kesana untuk memungut bulir-bulir jelai. Dan dengan setia Rut memungut bulir-bulir jelar dari pagi hingga petang.

Terkadang kita diperhadapkan dengan situasi yang sulit, dan begitu mudah kita terjebak di dalamnya dan komplain tentang hal tersebut. Kita bertanya kepada Tuhan, ‘Mengapa hal ini terjadi kepadaku?’.

Rut bisa saja mengeluh dan berkata, ‘Kalau saja aku pergi kembali ke rumah orang tuaku, mungkin saja hal ini tidak akan terjadi padaku’. Tetapi dia tidak melakukannya.

Saya percaya bahwa Tuhan mengasihi pemungut jelai. Seorang pemungut jelai yang setia. Mereka tahu bahwa ada berkat yang akan mereka terima setelah mereka berhasil melewati sebuah tes kehidupan.

Ketika sebuah ujian kehidupan atau permasalahan datang kedalam kehidupan kita, apakan kita memilih untuk menjadi seperti pemungut bulir-bulir jelai tersebut atau kita bertindak sebagai penindas?

Rut memilih untuk menjadi pemungut bulir jelai, dan karena dia setia dengan panggilanNya, dan beroleh kasih karunia Tuhan dengan menempatkan dia di ladangnya Boaz.

Boaz berkata dalam Rut 2:11-12,“I’ve been told all about what you have done for your mother-in-law since the death of your husband — how you left your father and mother and your homeland and came to live with a people you did not know before. May the LORD repay you for what you have done. May you be richly rewarded by the LORD, the God of Israel, under whose wings you have come to take refuge.”

Rut mendapatkan kasih karunia dari Tuhan dan Boaz menikahinya. Dan hal ini menjadi lebih baik.

Dalam Matius 1, kita menemukan silsilah Yesus.Ada 42 orang yang disebutkan di sana, tetapi apakah kamu tahu berapa banyak perempuan yang disebutkan? Empat. Dan Ruth adalah salah satu dari mereka. Berbicara tentang berkat!

Rut tetap setia melewati ujian kehidupannya dan dia layak diberikan penghargaan.

Jangan pernah berhenti pada saat kita menghadapi tes atau ujian kehidupan, ujung dari sebuah tes adalah sebuah testimony. Kalau saat ini ada dari kalian yang mau ‘give up on God’ dan menyerah pada diri sendiri, please DON’T ! Karena Tuhan belum selesai dengan kita. Ayo kita mencoba nya lagi. Mencoba nya lagi hari ini. Mencoba menaburkan lagi kebaikan, mencoba menaburkan lagi cinta yang mungkin kemarin sudah pudar, mencoba berdoa lagi untuk sesuatu yang belum terjadi, mimpi yang belum terealisasikan, pekerjaan impian yang belum didapatkan, bisnis yang belum terealisasi, mencoba berjuang lagi, mari tinggalkan kepaitan kita, bangkit lagi dengan hati yang baru. Percayalah kali ini kita akan berhasil. Go again. Go.. Kali ini akan berhasil. Best time! Kali ini Tuhan akan mengingatmu.

Tuhan tidak akan menyerah dan Dia tidak akan pernah berhenti sampai semua anak-anaknya masuk ke dalam sebuah posisi yang memberikan pengaruh Tuhan didalam dunia ini. Tidak peduli posisi kita saat ini ada dimana, karena untuk kita menjadi pengaruh itu tidak ada hubungannya dengan posisi. Pengaruh itu pilihan hati. Apapun profesi kita saat ini, bos atau staff, kita akan bisa menjadi pengaruh. Promosi adalah bonus dari Tuhan.
Tuhan memanggil kita pada satu yang namanya ‘the bless of significant life’, itu bukan sebuah posisi atau kepemimpinan, itu sebuah pengaruh.

Tuhan akan selesai dengan kita, Dia akan menggunakan semua yang Dia miliki dan membawa kita untuk menjadi pengaruh yang tiada dunianya sejak dunia di jadikan. Hanya kita sendiri di dunia kita yang bisa membawa pengaruh yang seperti itu.

Tuhan akan membuat apa yang telah Dia mulai dan akan mengakhirinya dengan sangat baik.

God has a reward waiting for you. He wants to bless you in a big way. Don’t walk away from the test. Choose to stay faithful. The blessing is coming! 

Posted in Uncategorized

Safe place…

There is a place where you can’t miss out on anything. it’s safe, in fact, the safest place to be. the hands and arms of the One who loves us directs, but also protects and preserves. how can one miss out on anything if the embrace covers everything? it covers missed opportunities, lost hope, and restlessness in all of its forms. He is the all-encompassing one. in the beginning, He is there. in the end, He is also there. in the present, He is with us too. the safest place to be is in the arms of the One who loves us. 

Posted in Uncategorized

GIVE WHAT YOU WANT

From Holly Furtick’s sermon

Luke 6:35-38

Give what you want and you’ll get what you need

Three words in v. 38 that will revolutionize relationships:

GIVE and IT will be GIVEN

1. Give: not financially but relationally not financially such as serving, loving etc.. things we do in any relationship because there are times when we wish the other person would do something for us.

“I want them to call more.”
“I want them to be more sympathetic.”
“I want them to be more affectionate.”

A place to start: give what you want.

Jesus said, give and it will be given to you. Give the very thing you want.

Example: if you want affection, give affection. You want attention? Give attention. You want respect? Give respect.

It works not only in marriage but in friendships, with family members or at work.

Jesus rarely talks about feelings. He doesn’t say: give when you feel like it.

If you wait for the feeling to come to serve others then it will never come.

Sometimes you give out of obedience.

Jesus didn’t want to die on the cross but He did it out of obedience (Phil 2:8).

It’s not a rule or a formula to get something after you give it first (watch your motive!) but it’s a place to start. It’s the fastest way to get out of that self-pity (of not getting what you need); by looking around and see who I can bless by giving them what I’m needing.

Motives are important! If I’m serving to be served, if I’m giving to be given then I’m doing it all for the wrong reasons. Let’s check ourselves why we do stuff. What’s our REAL motive?

Do you announce what you do? “Don’t worry, I’m doing this for you! Okay, I’m doing this!”

That’s not giving, that’s trying to control others (to make them appreciate you or thank you or acknowledge you or notice you and think that you’re great).

God really cares about motive. He’s really into motives and He rewards us according to our motives (which is both the good news and the bad news).

2 Kings 4:8 — story about the Shunnamite woman who was rich and made a room for the prophet Elijah in her house to stay in.

Her motives were pure, she simply wanted to bless the prophet. When Elijah asked what he could do for her, she said ‘No, I’m good.’

She saw a need and gave out of her abundance.

Sometimes we give out of obedience (because we don’t feel like it), other times we see a need and we’re excited to be able to give/help.

Either way, as long as our motives are right, we would be rewarded.

Which brings us to the second word: IT.

2. It:

God is our Heavenly Father who sees us and promises to reward us but what is that “it” that will be given to us?

It = what we need.

God knows exactly what we need today (acceptance, affirmation, encouragement, a miracle, letting go of smth etc).

Sometimes “it” is the very thing that I gave. Other times,when you give, God fulfills a deeper need inside of you. He gives you something that you may have given up on a long time ago.

(This happened to the Shunnamite woman. She got a son! Even though she already gave up on having a child.)

Sometimes He gives you something that you didn’t even know you needed!

“Access something you didn’t know you had because you did something you didn’t want to do” – Steven Furtick.

Her example: the Dutch woman who was tortured by the Nazis, her family was killed by them. When she released forgiveness to the guard that abused her, it was so hard for her to do but she prayed to God and said that she could physically lift her hand to shake that man’s hand but God, please supply the rest.

At that moment, when she decided to shake the man’s hand and forgive him, she felt God’s love like never before and it was something she never knew she needed.

3. Given:

God is the giver.

True fulfillment doesn’t come from our relationship with others but with our relationship with God.

He may bless us/work through others but only through our own relationship with God will we get fulfillment.

Col 3:23.

When you’re serving others, you aren’t serving people but you’re serving God himself.

He is the one that gives us the strength to serve and He is the one who rewards us.

When you feel lost and unappreciated, if you focus on what God is calling you to do (big or small) rather than waiting for someone to notice you or thank you or affirm you, your reward for giving to others come from Him andnot from them/those people.

So if you give so that others would see you or need you then you’re missing the whole point because the reward is much deeper than that.

If you truly understand that the one you’re serving is God, you can be set free from the need to be noticed by others.

Then you can fold that 100 pieces of laundry without being thanked, then you can go the extra mile for the friend who’s always asking for favors, then you can affirm others because it’s life-giving and ultimately, you’re doing it for HIM.

“Do what you can with what you have where you are” – Theodore Roosevelt